Mendadak Zombie, Virus LGBT Mengancam Indonesia

walking deadMenurut riset dari dosen Fakultas Ekonomi UI, virus LGBT dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi populasi. Di tengah upaya keras pemerintah mengejar target pertumbuhan 5.3%, ancaman tersebut tentulah ancaman serius. Presiden Jokowi di tengah lawatan ke AS, sontak merencanakan paket ekonomi khusus terkait hal ini. Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Bappenas, dan BKKBN akan berkumpul merumuskan kebijakan yang tepat. Melihat kadar bahayanya, paket ini diperkirakan diberi nomor 13 yang artinya celaka tiga belas.

Dahsyatnya penyebaran virus ini bisa dilihat di film “The Walking Dead”. Seperti itulah, penderita LGBT dapat menularkan virusnya melalui gigitan, sentuhan tangan, bahkan tatapan mata. Seorang ibu rumah tangga berdaster mengisahkan, anaknya berumur 3.5 tahun yang sedang naik sepeda tiba-tiba pulang sambil menyeringai dan bergerak liar seperti kesurupan. Tanpa gejala, tanpa sindrom, tiba-tiba berubah seketika, mendadak seperti zombie. Sangat mengerikan, membahayakan, sekaligus tragis.

Keberadaan virus LGBT ini sudah tentu mengejutkan kita semua. Di tengah perseteruan tiada akhir dari para kecebonger dan kampreter, penyebaran secara terstruktur, masif, dan sistematis sedang berlangsung tanpa terdeteksi. Situs ‘coming out’ ala Indonesia yang pertama kali membocorkan virus ini. Situs yang dicurigai mendapat aliran dana dari UNDP untuk melegalisasi LGBT. Selanjutnya, segalanya menjadi tidak sama lagi.

Bangsa Indonesia yang terkenal religius, meskipun banyak koruptornya, merasa kecolongan. Sontak, aktivis-aktivis Islam serentak turun tangan, bahu membahu, berjihad lewat status dan meme. Penganut Sunni, Syiah, Wahabi, dan berbagai aliran lainnya mendadak rukun dan bekerja sama. Garis keras, garis lunak, dan tanpa garis bersatu-padu, peristiwa yang langka tapi nyata. Mereka sama-sama merencanakan taubat nasuha di Lapangan Monas, dengan atau tanpa ijin Ahok. Maklum, Ahok saat ini sedang berkonsentrasi ke Kalijodo, sepertinya masa bodo bila Monas diduduki.

Rakyat Indonesia menjadi sangat khawatir dan paranoid, bila azab seperti Kaum Sodom akan menimpa kembali. Penduduk Jabodetabek menjadi cemas, akankah Gunung Salak tiba-tiba menyalak menyemburkan isinya. Bukan, isinya bukan salak atau batu sebesar salak, tapi batu-batu sebesar rumah orang dewasa. Batu sebesar itu terlalu besar untuk dijadikan batu akik, malah menjadikan orang terpekik-pekik. Kiamat memang sudah dekat, tapi semua orang tidak siap bila sedekat itu.

Hanyalah kekuatan iman yang bisa membentengi penularan virus LGBT. Virus dari segala jenis penyakit, penyebab HIV, AIDS, DBD, SARS, kanker, diabetes, asam urat, hingga Zika. Mari sama-sama kita gelengkan kepala dan ayunkan tangan, katakan tidak pada LGBT. Kami ora sudi LGBT. Kembalilah kepada ajaran agama masing-masing, jalani ibadah dengan tekun dan khidmat, insya Allah semua mendapat surga. Sebagai pribadi saya mohon maaf bila ada tulisan yang tidak berkenan. Saya lagi bete LGBT.

1 Komentar »

  1. OK, the post wasn’t that good but the name caught your attention right. Click http://link.mx/hool082015

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s