Seminar Teknopreneur ‘Gurita’ di Yogyakarta

sem nov 2013 Dalam rangka mendorong semangat berwirausaha para calon/pelaku usaha di bidang informatika, Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika (PII), Ditjen Aplikasi Informatika, mengadakan Seminar Teknopreneur dengan tema “Gerakan Untuk Indonesia Membangun Industri Informatika” (Gurita) di Yogyakarta tanggal 12 November 2013. Seminar ini sekaligus merupakan ajang sosialisasi pengadaan seleksi mitra binaan (tenant) Inkubator Industri Informatika Yogyakarta, bekerja sama dengan STMIK Amikom Yogyakarta.

Seminar dibuka oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Suprawoto. Dalam sambutannya ia mengemukakan sebuah tesis bahwa orang miskin tidak sebanding dengan kurangnya modal adalah benar. Mengatasi kemiskinan tidak selalu dengan menambah modal berupa kekayaan, tapi bisa dilakukan dengan memberikan atau meluaskan akses-akses informasi, terutama di era teknologi informasi dan komunikasi (TIK) seperti sekarang.  Tumbuhnya sarana dan prasarana TIK diharapkan memberikan nilai tambah (added value) bagi kemakmuran bangsa. Contohnya melalui berkembangnya industri informatika, dengan muatan berupa informasi (berita, pengetahuan) maupun aplikasi (software), termasuk mendorong tumbuhnya wirausaha.

Tampil sebagai pembicara pertama, Rhein Mahatma dari StartupBisnis.com, dengan paparan bertema “Peluang dan Tantangan Berbisnis untuk Para Startup”. Menurutnya, peluang sebagai startup di Indonesia terbuka lebar, dimulai dari diakuisisinya Koprol oleh Yahoo di tahun 2010. Sejak itu, bermunculan venture capital maupun inkubator wirausaha. Salah satu sebab, demografi penduduk Indonesia yang didominasi oleh generasi muda yang besifat adaptif, mampu menyerap berbagai perubahan di dunia, terutama terkait industri informatika.

Muhammad Aditya Arief Nugraha dari Gamatechno Indonesia, menyajikan paparan dengan judul “Developing Digital Industry in Indonesia”. Sebagai pelaku di industri informatika, ia mengingatkan para pelaku pemula agar memahami perspektif dari sisi industri, seperti masalah hukum, keuangan, manajemen, dan pemasaran, untuk dapat bertahan hidup maupun berkembang di bisnis informatika yang keras. Sejumlah masalah seperti mudah memulai tapi sulit untuk berkembang, perkembangan teknologi yang sangat cepat, besarnya pasar maupun cakupan sektoralnya, dan pengelolaan sumber daya, merupakan tantangan bekerja di industri digital.

Turut memberikan paparan Ketua STMIK AMIKOM Yogyakarta M. Suyanto, dengan judul “Membangun Industri Animasi Bertaraf Internasional”. Menurutnya, pengembangan industri animasi di Indonesia membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, yang diharapkan pada tahun 2018 setidaknya Indonesia mulai muncul di peta perfilman animasi dunia. Sedangkan Hanitianto Joedo dari Jogjanimations, menyajikan presentasi berjudul “Pembuatan Perencanaan Bisnis untuk Industri TIK”. Ia berpesan kepada para (calon) teknopreneur agar memperhatikan dan menerapkan berbagai aspek di bidang kewirausahaan, mulai dari perencanaan bisnis hingga pengelolaan keuangan, sehingga tujuan membangun perusahaan dapat tercapai sesuai harapan.

Seminar Jogja Nov 2013

Sesi terakhir adalah pengenalan dari Inkubator Industri Informatika Yogyakarta beserta mekanisme dan persyaratan proses seleksi mitra binaan. Paparan diberikan oleh Samuel Henry dengan judul “IT-Preneurship Bersama Inkubator Industri Informatika”. Banyak keuntungan bagi teknopreneur maupun startup untuk bergabung dengan inkubator, misalnya mendapat fasilitas tempat bekerja, mentoring (peningkatan kualitas, pemasaran, bisnis, produktivitas tim, dsb), meluaskan jaringan bisnis, dan efisiensi dari segi biaya dan waktu dalam mengelola perusahaan. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas produk atau layanan dari startup, sehingga memperbesar keberhasilan membangun usaha di industri informatika, menjadikan perusahaan yang mandiri dan berkesinambungan.

Maykada Harjono
Kasi Pemberdayaan Industri Infrastruktur dan Layanan Aplikasi, Dit. PII.

1 Komentar »

  1. Tulus Budi said

    mantabsss….. pengen menjadi Teknopreneur neh….

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s