Prediksi

ramalan Teknologi membantu manusia memperkirakan masa depan. Hasilnya mungkin benar, mungkin salah. Meskipun begitu, I love you full.

Bagaimana kabar bursa saham Indonesia hari ini? Sejak ambruk secara dramatis pada September 2008, melorot lebih dari setengahnya, hingga Maret 2009 indeks bursa masih bergerak tak menentu. Namun tak disangka tak diduga, rallyrally panjang membuat indeks pulih dengan cepat. April hingga Juli 2009 indeks saham terus melejit di tengah perekonomian dunia yang masih buruk. Siapakah yang bisa memprediksi hal ini?

Sejumlah kalangan telah mewanti-wanti, hati-hati dengan dana asing yang dipompa masuk secara tidak wajar. Mereka menduga adanya konspirasi sistematis untuk menyedot modal suatu negara, melalui pancingan kenaikan harga saham Melihat trend di masa resesi global tahun 1929, kenaikan cepat segera disusul keruntuhan lambat secara berkepanjangan. Investor yang buntung pada fase kebangkrutan pertama, tergoda masuk pada fase kebangkitan, kembali menelan kekecewaan lebih dalam. Jatuh dua kali di lubang yang sama.

Begitukah adanya? Hanya perkiraan semata. Bila bulan September ini bursa masih baik-baik saja, barangkali situasinya berbeda. Memperkirakan sesuatu secara pasti tentu mustahil, tapi memperkirakan berdasarkan ilmu dan teknologi tentu bisa. Kemajuan perangkat komputasi membuat penggalian data secara kompleks dan masif dimungkinkan. Dalam ilmu komputer, kegiatan ini dikenal dengan istilah data mining atau machine learning. Menggunakan teknik-teknik Artificial Intelligence (AI) untuk memprediksi masa depan berdasarkan data-data historis masa lalu. Algoritma yang ada cukup mapan, menggunakan banyak teori-teori matematis dan statistik. Sebut saja Neural Network, Decision Tree dan Support Vector Machine.

Prediksi menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu ketika Pemilu kemarin. Lembaga-lembaga survei berlomba-lomba mengeluarkan quick count, yang hasilnya sudah muncul sebelum TPS ditutup. Entah disengaja atau tidak, prediksi quick count Pileg maupun Pilpres sangat dekat dengan hasil akhir KPU. Konspirasi lagi? Tidak jelas. Namun tidak selalu begitu. Hasil hitung cepat Pilkada Jawa Timur nyatanya meleset, berakibat kisruh di tingkat elit dan akar rumput. Mahkamah Konstitusi pun turun tangan memutus agar dilakukan pemungutan suara ulang di sejumlah kabupaten.

Aplikasi ramal-meramal ini bisa digunakan di banyak keperluan. Perusahaan reservasi perjalanan AS, Farecast, melakukan pengamatan terhadap fluktuasi harga tiket pesawat. Penyedia jasa angkutan dan pengguna jasa diketahui memiliki pola-pola tertentu yang mempengaruhi naik turunnya harga tiket. Pola-pola ini kemudian digunakan untuk menghasilkan waktu terbaik melakukan perjalanan, dengan tujuan mendapat biaya terbang paling ekonomis. Bagi mereka yang memiliki kelonggaran memilih waktu bepergian, tentu akan sangat menguntungkan. Saat ini Farecast menjadi bagian dari Microsoft, dan tersedia pada situs bing.com/travel.

Pengguna layanan webmail seperti Yahoo atau Gmail telah lama menikmati fasilitas ‘mesin pintar’ untuk menangkal spam. Email-email sampah dipilah secara otomatis menggunakan teknik-teknik AI. Pengumpul berita seperti Google News menggunakan algoritma clustering dalam mengelompokkan berita dari berbagai sumber dan menyajikannya sesuai tingkat popularitas. Menghitung kemiripan satu berita dengan berita lain juga suatu bentuk prediksi. Di bidang pemasaran, melihat hubungan antara faktor harga, konsumen, dan tingkah laku, membantu membuat perencanaan penjualan yang lebih baik. Dan banyak lagi aplikasi berbasis prediksi yang lain.

Kegiatan manusia cenderung berulang, seperti ungkapan yang mengatakan “history repeats itself”. Bila dahulu pola-pola hanya dipahami sebagai kebiasaan semata, memanfaatkan teknologi informasi memungkinkan prediksi akurat situasi di masa datang. Keberhasilan di masa depan ditentukan oleh perencanaan yang baik di masa kini. Namun prediksi tetaplah prediksi, kemungkinan untuk benar maupun salah selalu terbuka. Keduanya ada dalam satu paket, harus diterima apa adanya. Tak salah bila kita ingat kata Mbah Surip, penyanyi fenomenal yang kini telah tiada, “I love you full.”

* Dimuat di PC Media Edisi 10/2009

1 Komentar »

  1. hafizh29 said

    dengan prediksi yang tepat kita dapat menghasilkan sesuatu

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s