Gagasan e-Voting

e-voting Gagasan e-voting menggunakan handphone berpotensi rawan manipulasi dan rawan gagal. Namun saya setuju bahwa pemilu 2014 harus full elektronik (e-voting). Model TPS belum bisa diganti, mengingat di sini bisa menekan kecurangan, tapi proses di TPS tersebut yang diganti elektronik. Misalnya dari mencontreng menjadi memijit (tombol).

Daftar partai atau calon yang ingin dipilih ditampilkan di papan tulis besar, nantinya di bilik suara tinggal memasukkan kode. Perangkat pemilihan dibuat khusus untuk pemilu, menggunakan Application Specific Integrated Circuit (ASIC) + display + printer. Harga harus ditekan sangat murah karena sifatnya massal. Data kemudian dikumpulkan ke dalam flash disk, tidak hanya 1 tapi bisa 3 sebagai cadangan. Selanjutnya bisa dikirim berjenjang ke KPU pusat, dapat secara elektronik atau secara fisik.

Tranparansi harus benar-benar dijaga dan melibatkan banyak orang. Perangkat pilih di atas akan mengeluarkan struk transaksi (seperti ATM), yang berisi semua data yang perlu, seperti kode transaksi, kode TPS, tanggal, jam dan kode pilihan. Struk ini harus dijaga dengan baik oleh pemilih, yang nantinya bisa di-cross check ke KPU pusat, melalui HP, telpon atau Internet. Selain itu struk bisa digunakan sebagai bukti untuk menggugat pemilu, tentunya dikumpulkan dulu oleh pihak yang bersengketa.Teknis kerahasiaan + validasi transaksi bisa dijaga dengan algoritma khusus, seperti halnya pembuatan voucher isi ulang.

Namun kembali lagi, hal ini tergantung niat baik DPR, Pemerintah dan KPU. Termasuk pula pembenahan data kependudukan, terutama Single Identity Number (SIN), yang harus tersedia secara akurat. KPU jangan bekerja seperti Roro Jonggrang, memperbaiki data DPT dalam waktu 24 jam. SBY (bila terpilih) harus benar-benar bisa menekan seluruh aparat pemerintah membereskan SIN dan memulai e-voting. Jangan klemar-klemer membiarkan ketidakberesan untuk beres sendiri. Buat apa pemimpin yang hanya pasrah "mengembalikan pada UU" dan "saya lega".

1 Komentar »

  1. Ide-nya sangat bagus, dan saya setuju. Hanya saja menurut saya kecurangan itu akan tetap terjadi selama pelakunya masih memiliki niat itu, dan mungkin saja suatu ide baru malah dapat mendatangkan peluang kecurangan baru. Satu lagi sebelum itu terwujud, kita perlu membebaskan seluruh rakyat dari “GAPTEK” (gagap teknologi) dulu, karena masih banyak saudara kita yang gak tau teknologi. Playing MP3 di iPod aja masih banyak yang lom bisa hehehe…

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s