Citibank si Raja Spam

citi_tgh-3 Menyambung artikel tentang “Citibank si Raja Kartu”, ternyata cerita tidak berakhir di situ. Tidak hanya hobi memberi ‘sampah’ kartu-kartu plastik, ternyata Citibank juga memberi sampah email-email tak berguna. Meskipun telah ditutup Maret 2009, 2 bulan kemudian email tagihan tetap datang. Terhitung 2x komplain dilayangkan dan hasilnya nihil. Ternyata Citibank juga raja spam.

Tidak bisakah tagihan ini dihentikan? Tampaknya begitu. Sistem Citibank ternyata amburadul, tidak mampu menyelesaikan hal-hal yang sebenarnyanya sepele. Bila ditelisik, ada ‘sisa’ tagihan berupa materai sebesar Rp 6.000,-. Tapi, itu tagihan untuk siapa? Materai itu dibebankan atas pencetakan tagihan (sesuai edaran Dirjen Pajak). Bila kartu kredit ditutup sebelum tagihan dicetak, tentu tidak perlu ada tagihan materai. Dari sini saja terlihat tidak jelasnya perihal pembebanan materai ini.

Pelajaran pertama tentang beban materai, didapat dari penutupan kartu pertama (Citibank Telkomsel). Ketika ingin menutup kartu kedua (Citibank Choice), sengaja dilebihkan Rp 6.000,- demi menghindari ‘sisa’ tagihan (meskipun dasar hukumnya tidak jelas). Tapi hasilnya bagaimana? Tidak jelas juga ke mana larinya lebihan Rp 6.000,- itu. Yang jelas, tagihan Rp 6.000,- tetap saja hadir. Artinya, tidak ada cara mensiasati hal ini, yang semakin menegaskan sistem Citibank yang amburadul di atas.

citi_tgh-2

Sebenarnya, bagaimana membayar tagihan terhadap kartu yang sudah ditutup? Harusnya tidak bisa. Seperti tertera di tagihan, baik sisa kredit maupun pembayaran minimum adalah NIL. Mencoba mengakses informasi tagihan melalui telepon dan Internet pun tidak bisa. Ini berarti kartu dan rekening memang telah non-aktif. Seluruh transaksi berdasarkan kartu tersebut (pembelian dan pembayaran) tidak bisa dilakukan. Bila Rp 6.000,- dikirim untuk tagihan kartu, sistem pun (harusnya) akan menolak pembayaran tersebut.

Sudah 2x komplain dilayangkan dan mendapat belasan. Balasan komplain pertama berbunyi:

Bersama ini kami sampaikan sehubungan dengan email Bapak, bahwa email  Bapak telah kami teruskan ke unit terkait untuk segera menghentikan elektronik statement Bapak tersebut.

Apakah benar-benar disampaikan? Tidak jelas, karena hingga 1 bulan berikutnya email tagihan tetap dikirim. Lalu berikut balasan komplain kedua:

Bersama ini kami sampaikan bahwa menindak lanjuti hal ini untuk segera
menghentikan pengiriman tagihan kartu Bapak tersebut.

Kenyataannya, 1 bulan kemudian tetap saja email tagihan datang. Benar-benar ngawur kerja Citibank ini. Tampaknya mengirim komplain ke-3 pun tidak ada gunanya. Bilapun ada solusi yaitu dengan memblok email dari Citibank ini, entah di mail server atau di mail reader. Citibank memang bikin masalah saja.

2 Komentar »

  1. Rush said

    Hehehe…
    Mas kan baru ‘kena’ dikerjain lewat email.., gimana dengan aku yang dikerjain lewat surat…
    Emang bajingan citibank ini… gimana.., mo ikutan ngelaporin ke polisi..??

  2. aji said

    SAMA AMA SAYA , TAGIHAN DARI CITY BANK SELALU DATANGNYA LEWAT DARI JATUH TEMPO PADAHAL ANE SUDAH KOMPLAIN 16 X SETIAP BULANNYA TETEP AJA MASIH TERLAMBAT DATANGNYA , KAYANYA EMANG SENGAJA DIBIKIN MEPET BATAS CETAK AMA TEMPO KAN LUMAYAN DAPET UANG CAS KETERLAMBATAN BUAT BAYAR KARYAWANNYA YANG PADA ”KORUPSI KERJAANNYA”
    TOLONG DONG AMA YANG PUNYA PIMPINAN CITY BANK DI BENAHI DONG MANAGEMANNYA JANGAN CUMA KORUPSI AJA YANG DI PIKIRIN, DASAR LITAH DARAT …..GUA SUMPAIN KARYAWAN CITY BANK PADA SEMUANNYA PADA KETABRAK ODONG – ODONG BIAR PADA MATI…..

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s