Online Trading dan Spekulasi

ol_trad Menanggapi sebuah posting di milis yang menyamakan sekuritas on-line trading serupa dengan bandar forex on-line.Menurut saya online trading memang ditujukan pada nasabah yang mengerti betul dengan penguasaan teknologi informasi. Mereka yang 24 jam terkoneksi dengan Internet, intensif menggunakan Internet. Memang suatu kesalahan bila Account Executive (AE) tidak memperhatikan hal ini, yaitu mencari sebanyak-banyaknya nasabah tanpa peduli latar belakang mereka.

Pengalaman saya dengan salah satu sekuritas online, kecuali saat pendaftaran yang perlu dokumen manual, selanjutnya seperti penyetoran, transaksi hingga penarikan sudah benar-benar online. Tapi bukan berarti tanpa masalah. Seperti disinggung, kemudahan ini cenderung menggiring mereka yang tadinya berniat sebagai investor menjadi spekulan. Beli pagi jual sore, beli kemarin jual hari ini, beli sedetik lalu kemudian dijual lagi dengan menaikkan harga, dst, menjadi ajang perjudian massal. Patokannya sentimen bursa regional dan berita-berita terkait. Mayoritas situs berita-berita ekonomi, keuangan / finance, indeks bursa dunia, termasuk blog-blog yang membahas rumor menjadi santapan sehari-hari.

Hal ini bisa menguras waktu, energi, emosi dan juga uang. Bukan suatu hal yang produktif menurut saya. Istilah trader sesungguhnya dalih yang menyesatkan, karena kontribusi apa yang telah diberikan di sini? Ibarat tukang parkir yang duduk santai menunggu kendaraan keluar masuk sambil menadahkan tangan. Malah mirip pengemis ya. Saya sepakat dengan istilah trader / spekulan = parasit, karena efeknya merusak. Celakanya yang berlaku seperti ini saya duga cukup dominan. Bursa saham tidak ubahnya kasino raksasa yang dilegalkan pemerintah.

Bila situasi yang terjadi adalah ‘semua senang’ mungkin tidak membangkitkan kesadaran. Namun krisis finansial yang terjadi sekarang membuat kita banyak berpikir ulang tentang sistem ekonomi dunia, di mana salah satu penyebab adalah maraknya spekulasi terhadap seluruh produk, misalnya saham, mata uang, dan komoditas. Dari sudut pandang agama, seperti Islam, jual beli yang didasarkan spekulasi hukumnya haram. Perlu diingat akibat spekulasi ini ada pihak yang untung (besar) dan ada pihak yang rugi (besar), ini bukanlah suatu perniagaan yang dibolehkan. Komitmen untuk membagi keuntungan dan kerugian secara adil itu harus menjadi pedoman dalam berusaha. Siapa yang ikhlas lahir dan batin berbisnis untuk menjadi korban kerugian?

Ini cuplikan ayat yang dapat membantu pencerahan: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu; dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (An Nisaa’: 29)

Bukan berarti investasi di pasar modal menjadi terlarang, tapi patut dibedakan dengan cermat mana investasi dan mana spekulasi. Bila berlaku sebagai investor setidaknya perlu mengendapkan portfolio minimal 3 bulan s/d 1 tahun. Bila tidak sanggup dengan godaan, seperti yang saya lakukan adalah menarik seluruh aset di situ dan menutup rekening yang ada. Percaya atau tidak, setelah keluar sepenuhnya beberapa peluang bisnis tiba-tiba terbuka. Kalo memang rejeki pasti tidak akan lari. Sekedar catatan, semoga bermanfaat.

1 Komentar »

  1. Kerlips said

    Rejeki dan jodoh emang ditangan allah. Yg membedakan hanyalah ada hasil apa tidak huehe hehe

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s