Delphi For PHP?

Tapi PHP juga punya fitur bahasa yang saya gak suka:
– Akses ke property/method kenapa musti pake tanda panah ala C++?

Mungkin yang bikin terinspirasi (atau terbiasa) dengan C++. Maunya pake titik gitu khan? Toh kalo sudah sering biasa juga. yang parah itu Perl, di situ deklarasi + inisialisasi scalar, array, dan hash berbeda, pemakaiannya bisa bermacam-macam sesuai konteks. Ini membingungkan sekali.


– Extremely weakly typed, buat saya full OO kayak C# baru lumayan!

image Bahasa-bahasa scripting seperti Python, Perl, dan PHP jamaknya memang weakly typed, ini justru merupakan kelebihan. Sintak Python malah bisa seringkas kalkulator. OO bisa dipakai bisa tidak, var bisa dideklarasikan bisa tidak, dan seterusnya.

– require/require_once/include/include_once bikin bingung! Kadang mereka bisa dipanggil di tengah2 script juga.

Saya malah biasa memakai if-then-else atau case untuk require ini, jadi di URL misalnya ‘xxx/?mod=xxx’, me-require modul sesuai parameter. Jamaknya template web juga biasa dipecah-pecah menjadi kiri, kanan, atas, bawah, tengah, dan seterusnya. Rasa-rasanya malah menyenangkan ya.

Untuk aplikasi2 web yang kompleksitasnya rendah dan menengah bisa pakai PHP. Atau paling tidak pakai PHP sebagai front-end. Agak riskan untuk membangun bisnis logic yang kompleks dengan PHP.

Mungkin ini pula pelajaran dari bahasa-bahasa yang sangat luwes: jangan berpikir kompleks atau kaku. Hal yang kompleks tentu dimulai dari yang sederhana, jadi tinggal bagaimana memecah-mecah kerumitan tadi menjadi potongan-potongan sederhana. Misalnya CMS itu bisa dari yang paling sederhana hingga paling rumit, semua ada tahap-tahapnya.

Lagipula, kolaborasi antar bahasa di mana saling mengandalkan kekuatan masing-masing hasilnya pasti lebih baik. Contoh menarik dari Perl, kebetulan baru oprek-oprek, yaitu CPAN. Di situ Perl meminjam C untuk compiler, make (paket compiler) memakai shell script untuk configure, proses search, download, compile, testing, installing, berjalan mulus. Kemampuan untuk auto-dependency dan auto-configuring itu yang keren. Saya cukup ketik ‘install AI::Categorizer’ dan selanjutnya otomatis. Mantab.

Juga baik dari segi ekonomisnya… produksi lebih cepat!

Bukankah kini proyek IT itu relatif lebih cepat, apalagi yang web-based. Dulu tidak terbayang suatu proyek selesai dalam harian atau mingguan. Tentu ini efek dari kerja kolaborasi seperti Open Source. Jadi intinya, bahasa apa yang paling populer sedunia, di mana hasil kerja para spesialis termaktub di dalamnya, sudah pasti yang paling unggul. Nah, misalnya kita membuat web e-commerce via Paypal memakai Delphi, padahal tidak disediakan API untuk Delphi, bukankah Delphi-nya bisa kita suruh ke laut aje?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s