PNS Harus Melek Komputer atau Dipecat!

Dmitry Medvedev memperingatkan bahwa pegawai negeri sipil di negeri beruang merah itu harus melek komputer. Jika tidak bisa, sanksinya pun tidak tanggung-tanggung, mereka bisa kena pecat!  "Mereka harus

Wah, gebrakannya boljug, barangkali bisa juga diterapkan di Indonesia. Tapi dipecat dalam artian masih mendapatkan pesangon dan pensiun khan? Kalo begitu, saya ikutan ah, emangnya yang jadul-jadul aja yang boleh gaptek.

Bicara melek komputer, kita bisa melihat sendiri situasi yang ada di kantor masing-masing. Seperti saya, yang jadi ‘technical support’ di P3U, menghadapi orang-orang dengan masalah yang itu-itu saja. Misalnya copy file dari flash disk, buka Internet, lihat rekaman TV, ngetik pake Word, dan seterusnya, toh masih aja gak mudeng-mudeng. Mungkin dari niatnya beda, atau bahan bakunya kurang yahud. Tapi kadang saya pikir, memang terjadi kesenjangan generasi, seperti yang juga terjadi di Rusia.

Saya juga membandingkan kondisi ini dengan orang tua, dengan masalah yang kurang lebih sama. Kalo dilihat dari standar saat ini, mereka tergolong gaptek. Wong jangankan komputer dan Internet, HP aja tidak tersentuh. Bukannya tidak ada, tapi tidak pernah dipake. Sejauh ini semuanya baik-baik saja, jadi alat-alat modern tersebut praktis tidak bermanfaat.

Di kampus sendiri, ada dosen yang paling senior (Prof. Bellawati W), rambutnya sudah putih semua. Ngajarnya teoritis. Cukup keliatan kalo dia pun rada-rada ‘gaptek’ memakai komputer (Windows, Office, dkk), pas lagi ngajar. Dulu jangan dikira, konon mantan programmer Cobol. Orientasinya beda dengan yang muda-muda, misalnya penggunaan web, email, dan seterusnya.

Contoh generasi terbaru, ya misalnya anak saya. Mungkin karena situasinya kondusif, sejak umur 2 tahun sudah pegang-pegang komputer. Pertama-tama perlu dituntun, nyalain, jalanin program, matiin, dan seterusnya. Sekarang umur 4th, ya jalan sendiri. Saya saja heran, padahal itu bahasa Inggris semua, tapi dia ngerti. Ya memang diapalin sih. Kalo ngobrol-ngobrol dengan temen-temen yang anak-anaknya seumuran, kurang lebih situasinya sama. Mungkin nanti di sekolah-sekolah SD, SMP, SMA, komputer bukan lagi pelajaran, tapi sudah kayak kalkulator.

Kembali ke topik awal, masalah kesenjangan generasi ini perlu disikapi dengan bijak juga. yang terjadi di kantor kita memang ‘wrong man in wrong place’. Namun semua ada sejarahnya. Bukan mustahil kejadian yang sama juga menimpa kita-kita di kemudian hari. Jadi pilih yang mana, melek komputer atau dipecat? Kalo boleh sih, melek komputer dan dipecat. Maksudnya pensiun dini gitu, kerjanya hanya ongkang-ongkang kaki, duit mengalir, hehe.

1 Komentar »

  1. malcum said

    waa.. saya juga mau tuh mas.. pensiun dini (muda) tp uang tetap mengalir.. huehehe..

    salam kenal Mpu..

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s