PLTN Lagi Neh…

Kita harus mulai bertindak dan melangkah membuat keputusan. Kalau berdebat terus, maka kondisi negara kita makin kritis. Saran

pltn_1 Memang ini yang harus dilakukan, just-do-it. Menyimak di milis ini, kebanyakan hanya om-do, omong doank. yang disalahkan lagi-lagi pemerintah. Pemerintah itu yang mana? Pusat atau daerah? Lha, bagamaimana dengan BUMN, bagaimana pula DPR? Lalu swasta mana yang siap berinvestasi? Bagaimana partisipasi masyarakat? Kalo sekedar pengamat atau berdebat, sampe botak juga itu proyek tidak bakal berjalan.

Ketika meresmikan PLTU Embalut di Kaltim, Presiden sudah bilang bahwa semua pihak perlu turut serta mengatasi krisis energi. Disebut-sebut pengusaha Dahlan Iskan yang mengurus perijinan PLTU ini hingga 3 tahun. Siapa yang menghambat ini? Bisa dari Pemda hingga masyarakat, terutama para calo. Memang rakyat kita terkenal gebleg, mendahulukan kepentingan pribadi ketimbang kepentingan umum. Dulu sempat mau diterbitkan (atau sudah? CMIIW) Keppress soal kepentingan umum ini, tapi lagi-lagi ditentang, dengan segala macam alasan.

Ini soal ketakutan dengan nuklir. Pernah di TV dibahas tentang phobia naik pesawat terbang, dengan segala alasannya. Padahal pembunuh nomor 1 itu adalah jalan raya. Bila khawatir dengan kondisi pesawat atau pilot, apa pernah dibayangkan di belakang kendaraan kita itu sopir yang mahir mengendarai bus, atau bahkan masih waras tidak sontoloyo? Kita sangat perlu percaya pada orang lain, baik itu pilot, masinis KRL Ekonomi, tukang ojek, sopir angkot, hingga nanti teknisi PLTN.

Bila ada yang berminat hengkang setelah muncul PLTN, lha kenapa tidak sekarang saja? Mumpung pemerintah lagi ‘kacau’. Bila yang khawatir berat itu penduduk di sekitar Muria (sering disebut-sebut lokasi potensial PLTN) itu bisa dimaklumi. Lha, kalo yang ratusan hingga ribuan KM dari sana? Telaah dulu Google, mengenai ‘fakta dan mitos’ tentang radiasi nuklir. Kita setiap hari diterpa radiasi nuklir, sinar matahari, toh aman-aman saja. Coba pelajari kasus-kasus bocornya nuklir, seperti Three Mile Island atau Chernobyl. Termasuk bom nuklir, Hiroshima dan Nagasaki. Ini ada judul bagus: "Burning Coal Releases Far More Radiation Than Nuclear Plants Do!".

Atau mau merenungi kasus Kura-kura Ninja? "Remember the ‘Teenage Mutant Ninja Turtles’, they came into contact with nuclear waste and became more human as a consequence, a radical alternative to humans changing into something else."

Solusi apapun untuk mengatasi krisis energi, baik itu PLTA, PLTU, PLTN, Solar Cell, Biofuel, Angin, Ombak Laut, dst, silakan jalan terus. yang tidak setuju silakan hengkang saja.

Kalau niat hengkang, buat apa repot-repot mengikuti berita tentang kebijakan pemerintah dan menyampaikan pendapat sendiri soal

Lho, tidak ada larangan berpendapat, wacana, demo, gugatan sekalipun, semua ada aturannya dan dilindungi UUD. Saya katakan silakan hengkang, berdasar argumen dari penolak PLTN, yaitu keselamatan. Apa mau terkena radiasi nuklir sehingga menyulut kanker dan berujung pada kematian? Ini demi keselamatan penolak PLTN sendiri. Kalo sekedar urusan duit, dari PLTA s/d PLTZ bisa diduitin.

Saya ambil contoh yang aktual, soal kenaikan BBM. Apa pemerintah melarang pendapat hingga demo dan gugatan dari masyarakat? Tidak. Apa pemerintah mendengarkan pendapat tersebut? Tidak juga. Jalan terus saja. Tidak usah dipikirin pendapat-pendapat irrasional dari sebagian masyarakat. Pemerintah punya pandangan sendiri, sudah menyampaikan secara terbuka dasar kebijakannya dan sesuai dengan koridor hukum yang ada. yang patut ditindak itu justru demo-demo yang melanggar hukum.

Untuk PLTA mungkin hanya kekurangan debit air, tapi untuk PLTN rasanya Chernobyl part II bukan hal yang mustahil. tabik ah,

Perlu diingat pula, bahwa reaktor nuklir sudah berjalan lama di Indonesia. Tercatat 3 reaktor, yang terbesar adalah RSGA Siwabessy di Puspiptek Serpong, daya penuh 30 MW, berjalan sejak 1992. Lokasi ini tidak jauh dari pemukiman penduduk, misalnya BSD atau Bintaro Jaya. Jaraknya sekitar 14 KM dari tempat saya duduk sekarang (Depok).

pltn_2 Soal bahaya, jangankan nuklir, api saja kalo tidak dikendalikan efeknya jauh lebih fatal: hangus tidak berbentuk. Air bila meluap bisa membinasakan 200rb-an jiwa manusia di Aceh. Apalah artinya dibanding korban Chernobyl yang resminya sekitar 30-an jiwa. Bicara dugaan-dugaan kanker, sebagian ahli juga bilang ponsel menyebabkan kanker otak. Apa anda yang termasuk tidak menggunakan ponsel karena itu? Belum lagi rupa-rupa radiasi elektromagnetik yang berseliweran di sekitar kita.

Ada yang menulis, phobia terhadap nuklir ini adalah ‘cacat bawaan’ akibat kisah-kisah tentang tragedi Hiroshima dan Nagasaki, ditambah kasus Chernobyl. "Tidaklah bijak jika masyarakat kita mengadili (menilai buruk) sesuatu, sementara dia sendiri tidak mengerti tentang substansi apa yang disalahkan.", demikian kata penulis tersebut.

Jadi, kalau hanya segelintir orang awam di milis yang paranoid mengatakan kita bangsa yang tidak mampu, apakah mereka merasa lebih kredibel dibanding lembaga nuklir dunia? Saya khawatir mereka ini terkena waham rendah diri yang kebangetan.

Benar, di sini sudah ada pihak yang berkompeten soal nuklir, yaitu BATAN, BAPETEN dan lembaga pengawas nuklir dunia, IAEA. Bila ingin berharap banyak, serahkan pengawasan yang ketat dari IAEA. Mengingat hal ini menyangkut keselamatan umat manusia, bisa dipastikan itu yang akan dilakukan. Terlebih negara-negara maju sangat waspada soal isu nuklir.

Mengenai prioritas pengembangan sumber energi, tentu nuklir tidak serta merta menggantikan yang ada. Pasti dilakukan secara bertahap. Berkaca pada AS, sumbangan maksimal PLTN saya kira sekitar 20% saja. Sumber-sumber energi yang lain tetap menjadi prioritas lebih tinggi. Saat ini yang banyak dibangun pemerintah adalah PLTU.

Pembangunan PLTN Muria sendiri, sesuai berita, rencananya dimulai 2009 dan mulai beroperasi paling cepat 2015. Ini bukan kepentingan sesaat pemerintah, apalagi SBY. Rencana PLTN sudah ada sejak era Soekarno s/d 2 presiden di depan nanti. Ada yang bilang diskusi di milis ini, meskipun sudah panjang x lebar dan meluber ke mana-mana, tidak menghasilkan apa-apa. Sedikit banyak benar. Oleh sebab itu biarkan mereka-mereka yang berkompeten segera bekerja. Kita tunggu saja hasilnya 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s