Lazarus vs Delphi

point something. Tapi paradigmanya adalah write once compile anywhere. Di mana-mana Lazarus bisa jalan. Bisa cerita Frans

laz_1 Kalo paradigmanya seperti itu, rasa-rasanya dagelan semata, sekedar plesetan dari slogannya Java. Sekedar bisa dicompile belum tentu bisa jalan. Dengan adanya cross-compiler, suatu executable bisa dibuat dari mesin yang berbeda. Hal yang lumrah di embedded device, mengingat keterbatasan hardware. yang paling berhak untuk mengklaim "compile (for) anywhere" tentu keluarga c, atau gcc, yang ‘de facto’ industri, dengan Linux sebagai ujung tombaknya.


kenapa nanyain Lazarus? Emang kenapa dengan Java? Swingnya tambah

Mungkin bagian dari "redefining civilization", alias swing sana swing sini. Sudah jenuh di Java, nyari lagi yang bisa didefining. Nanti kalo PLTN dibangun, baru kabur ke LN.

untuk  memprogram dalam assembly sepenuhnya, saya yakin semuanya akan memprogram pakai assembly karena kesulitan bukan menjadi

Membuat program dalam bahasa aras bawah seperti Assembly sangatlah keliru, kecuali kepepet, tidak ada kaitan dengan kemampuan. Urusan manusia tentu manusialah yang paling mengerti, sebaliknya urusan mesin hanya mesin yang paling mengerti. Saat ini sudah benar, bahwa Assembly ditinggalkan dan bahasa yang lebih manusiawi spt C digunakan. Lihat catatan Linux: "as little assembly as needed". Kecuali ada trend aneh tapi nyata di Delphi versi-versi terakhir, beberapa fungsi dibuat dalam bentuk Assembly bukannya Pascal. Bila alasannya kecepatan, sama saja bilang Delphi itu lambat, tidak optimized.

Coba pikir…, semisal ada yang kayak begini.., saya rasa programming jadi  hal yang biasa.., udah engga ada tantangannya zaman lagi, seperti halnya ilmu accouting, ilmunya punya batas.

Lha emang yang udah kapalan programming gimana? Bukannya memang tidak ada tantangannya lagi. Komputer yang kita gunakan ini produk turunan dari Turing Machine, 1936 (lihat di Wikipedia). Setelah itu, berhenti. Mau imperatif atau deklaratif programming, sama saja. Lha, modal kita bikin prg apa sih kalo bukan aljabar Boolean. Mau dibuat ruwet setengah mati seperti model checking, ‘down to earth’ ya gitu-gitu lagi. Bukankah komputer kita hanya bisa 1 operasi: penjumlahan? Namun kalo programming dikaitkan dengan bahasa, ya jamaknya manusia, gak berhenti bikin ulah sebelum berhenti bernafas.

Kalau saya mau bicara paradigma kejujuran nurani, paradigma UUD = Ujung-ujungnya Duit, saya rasa semua yang ada di milis ini ada

Kalo gak ada duit, bakal gak makan, bisa gak hidup donk. Halted. Halting Problem, masalah yang belum bisa dipecahkan oleh manusia maupun mesin. Nah, kalo paradigma UUD ini, saya setuju. Versi lainnya bisa donk, UUP, Ujung Ujungnya Pahala. Ngelantur dikit gak papa ya, hehe.

kompiler yang baik dalam kasus umum bisa mengalahkan machine code yang dibuat oleh programmer assembly kapalan sekalipun. Nah yang

laz_2 Masalahnya, cara kerja mesin itu semakin tidak dipahami programmer. Begitu banyak optimization yang bisa dilakukan, dan semuanya bervariasi antar prosesor. Misalnya pipelining, branch prediction, register allocation, instruction/data cache, aligning, dan seterusnya. Jamaknya, yang tahu persis hal ini tentu pembuat prosesor tersebut. Misalnya Intel sempat mengeluarkan compiler sendiri, icc. Pembuat compiler lain bisa merujuk pada technical reference yang ada. Secara umum bisa disimpulkan, menggunakan assembly lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.

tapi tentu saja tidak untuk semua kasus, delphi adalah single-pass
compiler, membuatnya sulit untuk membuat optimizer yang setara

Coba baca kutipan dari Danny Thorpe: "If you want to get technical, the Delphi compiler is a multipass architecture as well. The compiler builds an intermediate representation  node tree while parsing a procedure body. When it reaches the end of the  procedure body, it makes multiple optimization passes over the node tree,  then emits machine code into unit storage. The node tree is destroyed and  the parser scans for the next procedure body. Smart linking the symbols into a final executable is also a multi-pass process."

Yang one pass itu adalah parser. Logikanya, tidak mungkin ada optimization (apapun) bila proses dilakukan 1x. Bila sekedar alasan mempercepat kompilasi, toh bisa saja optimization tingkat lanjut dibuat menjadi (function) directive sehingga lingkupnya terbatas. yang membuat sulit Delphi setara C, yaitu pembuat Delphinya sendiri. Bukan yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s