Pirate of Sillicon Valley

IN> Jadi, killer product Microsoft yaitu Windows  sebenarnya adalah
IN> hasil bajakan dari Apple Mac? Hukum karma dong kalau  sekarang
IN> produk mereka banyak dibajak dimana-mana. Salam, Iman coding

image Mengenai DOS dan Windows adalah karya bajakan, setahu saya memang begitu. Tentang sejarah mouse dan Apple, pembuat film itu tentu sudah melakukan riset mendalam, kalau tidak bisa mengundang gugatan. Tambahan lain, Linux, Unix, FSF, dst, melihat sejarahnya bisa dikategorikan pembajak juga. Hanya mereka pembajak ‘budiman’, yaitu setelah membajak habis-habisan karya orang, melakukan klaim bahwa itu adalah karya mereka, lalu membuat lisensi ‘Open Source’ agar yang lain juga ikut kecipratan hasil bajakan.

Pada dasarnya penemuan-penemuan atau karya-karya di dunia ini adalah hasil re-search, yang bila diterjemahkan kata-per-kata adalah mencari ulang. Dalam dunia akademis maupun penelitian, hal ‘bajak-membajak’ adalah suatu kelaziman. Ada yang mengibaratkan riset sebagai menggelindingkan bola salju, dimulai dari yang kecil untuk kemudian dilanjutkan yang lain dan membesar. Dalam dunia industri polanya tidak jauh berbeda, misalnya dengan mencaplok karya-karya atau perusahaan-perusahaan lain.

B> Disinilah letak perbedaan utama antara Microsoft (Bill Gates) dan
B> Open  Source (pada umumnya). Menyamaratakan semua pengembangan
B> sebagai pembajakan adalah pengabaian (ignorance) pada hak milik

Makanya dalam konteks re-search saya beri tanda kutip, tidak ada maksud untuk menyamaratakan, itu khan asumsi + pelintiran anda sendiri (bahkan hingga tanda kutipnya ikut dipelintir). Celakanya, asumsi anda kebablasan, bahkan programmer yang bila diartikan adalah pembuat program ikut dikaitkan dengan hak cipta dan hak milik. Apa urusannya? Semua orang yang bisa membuat program adalah pembuat program, baik itu pembajak, pengembang, atau pengemplang sekalipun.

Membahas open source, ada yang berpendapat bahwa ini adalah cara dalam pengembangan sistem atau program. Rujukan klasik soal ini adalah paper ‘The Cathedral and the Bazaar’ dari Eric Steven Raymond. Tidak untuk menyamaratakan sebagai pembajak, tapi open source tidak berkaitan dengan hak cipta dan hak milik. Prakteknya kita tahu di pengembangan model ini campur aduk antara mana yang hak cipta dan mana yang bukan. Dengan semangat open source, semua diakui sebagai ‘milik bersama’.

Kita lihat icon terbesar dari model open source: Linux. Pembuat Linux, Linus Torvalds, pun mengakui Linux berasal Minix, Unix-like OS. Tapi semua tahu khan arti Linux: Linux Is Not Unix. Hak cipta dan hak milik apa yang diakui oleh Linus? Bila ini hanya gaya ‘nyentrik’, tapi itu jelas-jelas tidak menghargai hasil karya orang. Bahkan hingga muncul perseteruan antara Linux vs Unix, atau Linux vs FreeBSD, gara-gara ulah konyol Linus. Tapi moga-moga kita tidak ikut konyol membahas itu di sini.

DD> yang dilakukan turunannya (dan juga Linux) adalah menulis kode
DD> berdasarkan standar yaitu POSIX. Apakah kalo orang menulis kode

Coba dibaca README-nya Linux, "It aims towards POSIX compliance." Artinya "ke arah", kalo berdasarkan harusnya "based". Definisi pembajakan juga belum jelas, apakah ‘mengambil tanpa hak’ ataukah ‘mengambil barang tak berwujud’? Atau ‘mengambil tanpa mengakui?’ Atau ‘mengambil dan mengakui tapi tidak bayar?’. Dst.

DD> kalo komunitas opensource malah komunitas yang menghargai hak
DD> cipta banget-banget. Contohnya apa, ya dilihat dari prosesnya

Sebenarnya open source, bisa disebut ‘peer review’ atau ‘collaborative development’, cenderung anomali terhadap license. Kita lihat Linux, metodenya memang open source, tapi licensenya GPL dari FSF. Salah satu filosofi FSF adalah ‘Why Software Should Not Have Owners’. Bagaimana bisa menghargai kalo mengakui saja tidak?

Sekedar contoh bagaimana produk open source dan GPL menghargai hak cipta (yang muncul di kepala): WINE, Samba, NTFS, dan OpenOffice. Tentang OpenOffice saya juga heran, bagaimana format dokumen Microsoft Office yang proprietary bisa diterawang sedemikian rupa hingga mirip. Berpikir positif saja, itu hanya kebetulan semata.

Btw, saya tidak parno dengan pembajakan, open source, free software, atau apapun namanya. Namun dari diskusi kita ini barangkali ada sedikit masukan, sudahkah bagian-bagian dari program kita hasil kontribusi orang lain disebutkan dengan jelas? Sekian dan selesai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s