Dukung strategic & tactical plan OS-MERDEKA

Kamis, 08/05/2008 13:02:45, Onno menulis:

OWP> gambar tersebut merupakan penyederhaan kondisi di lapangan ..

Ini bukan tentang fiber, tapi acara ‘Apa Kabar Indonesia’ di TVOne. Sekitar jam 21.00 tadi anda diundang bicara di situ, temanya menyambut kedatangan manusia terkaya no. 2 di bumi, Bill Gates. Konteksnya masih sejalan dengan judul.

Isinya ya seperti biasalah, Linux gratis, dst, dst. yang menggelitik, disebutkan bahwa mereka yang memakai Linux akan berperilaku sebagai produsen, bukan konsumen yang baik sebagaimana Windows. Bahkan kita bisa membuat ‘Windows’ sendiri dengan Linux. CMIIW. Bagaimana kenyataan sebenarnya?

Kita lihat seperti YPLI telah mengeluarkan BlankOn. Apakah ini yang dimaksud sebagai produsen dan membuat semacam Windows? Padahal ini, dan ribuan produk sejenis, hanya distro Linux, alias membundle Linux dan aplikasi-aplikasi yang ada. Saya memandang ini sama saja sebagai pemakai. Begitu pula ribuan artikel maupun tutorial tentang Linux, semua berlaku sebagai pemakai yang baik.

Saya ingat dulu ketika distro seperti Debian ataupun Slackware menyertakan source prg di CD-nya, bagaimana sekarang? Kalo saya intip DVD Fedora Core 8, tidak terselip secuilpun source program di situ. Pemakai Linux pun pasti tidak ingin dipusingkan dengan hal yang tidak perlu: source. Produsen apa yang bisa diharapkan dari binary distribution? Ini sama saja dengan Windows.

Sejauh ini, dengan sosialisasi Linux yang sedemikian hebat di Internet, yang bahkan terkesan frontal terhadap pihak yang berseberangan, apakah peran produsen ini sudah (banyak) berwujud? Saya koq jarang sekali menjumpai aplikasi-aplikasi yang dibuat bangsa Indonesia. Kecuali aplikasi web (yang sifatnya netral), saya bahkan lebih banyak mendapatkan produk lokal berupa aplikasi Windows ketimbang Linux. Lalu apakah pembenaran anda tentang produsen itu bisa dibenarkan? Atau hanya obrolan sambil lalu untuk jatah 30 menit?

Coba lihat-lihat di www.sf.net atau coba monitor aktifitas di
komunitas open source baik KPLI, JUG dll .. banyak koq aplikasi
yang dibuat oleh bangsa indonesia beberapa terdokumentasi di

Saya pernah lihat Klorofil, lalu BlueOxygen Cimande. Apa produk-produk itu hasil dari memakai Linux? Klorofil = PHP, Cimande = Java, semua jalan di Windows (malah membuatnya juga di Windows?). "Pakailah Linux, dengan begitu kita bisa menjadi produsen (software) dan membuat Windows."

adi> Di dalam DVD itu sebenarnya sudah terdapat resources yang diperlukan untuk seseorang yang ingin membuat program, kalau mau.

Benar, dan itu semua sudah diporting ke Windows. Mungkin anda juga pernah dengar coLinux, yaitu (kernel) Linux yang diporting ke Windows. Bila dulu ingin mampir di Linux dengan ganti OS atau VirtualBox, sekarang tinggal hidupkan servicenya. Lebih cepat jalannya (mendekati asli).

Nah, apakah sosialisasi Linux bisa dengan pendekatan produsen tadi? Saya kira tidak pas. Apakah juga memancing minat dengan ketersediaan software yang diperlukan? Tidak juga. Produsen dan konsumen adalah 2 hal yang berbeda, kebutuhannya juga berbeda. Jadi untuk kalangan awam, yang mendekati ya gratis tadi (soal license), transparansi (relatif), dan keamanan (soal virus). Mungkin juga bisa masuk surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s