Kertas Saham Dimakan Rayap

rayap Hukum jual beli saham dari sisi agama bermacam-macam. Ada yang melarang dan membolehkan, dengan argumentasi masing-masing. Menurut saya hukumnya memang abu-abu, kembali ke niat saja. Ada yang bilang sih, haram kalo rugi, halal kalo untung (hehe). Di blog ini, artikel ‘Bisnis 5 Milyar’, pendapat pro dan kontra terus saja mengalir.

Sebagai peneliti dan juru ketik di bidang IT, fluktuasi harga saham menarik untuk dikaji. Teknik-teknik di data mining dan machine learning bisa diaplikasikan untuk memprediksi harga. NN, Bayes, SVM, Fuzzy, dst. Tantangan ‘menaklukkan’ bursa sudah banyak dilakukan, hasilnya relatif. Ilmu yang aplikatif, hasilnya ‘fun and profit’.

Sepertinya (atau seharusnya) ada pola di balik fluktuasi harga ini. Seperti kata pepatah Jawa, history repeats itself. Technical analysis + AI sedemikian banyak, apakah mampu mengenali pola tersebut? Sebenarnya (secara empiris) tidak bisa. Sama seperti apa hubungan antara Dow Jones dan BEI? Namun, yang terjadi adalah ‘common sense’. Akibat pelaku-pelaku di bursa melihat indikator yang serupa, tindakannya menjadi seragam, dan hasilnya cenderung sama. Jadi benar karena biasa.

Bagi yang tertarik simulasi saham di BEI, ada aplikasi di Facebook, http://apps.facebook.com/belisaham/. Harganya real dari BEI. Diberi modal modal Rp 100 juta. Kalo sukses, selamat, tapi ingat, duitnya tidak bisa ditarik ya.

Kemarin malam ada wawancara Menkeu Sri Mulyani di TV One. Ada lah disinggung neolib-neoliban. Yang bisa dicatat, investasi LN di sektor real sulit berjalan bila infrastruktur dan birokrasi tidak dibenahi. Akibatnya (ini tambahan saya), mereka datang hanya membenamkan duit di bursa. Tercatat 66% dana di BEI dari LN. Begitu mereka hengkang, blusss, hilang ditiup angin. Yang tinggal cuma ‘kertas-kertas’ saham, mana ada yang mau. Memangnya rayap disuruh makan kertas?

Secara global, ada isu rally di bursa-bursa dunia akan berlangsung s/d Desember. Wajar saja, karena bursa (terutama di AS) tengkurap 2 tahun. Dana-dana murah digelontorkan di mana-mana. Prinsip saham sederhana, harganya akan naik selama ada yang mau membeli lebih mahal.

Ada yang melihat Euro vs Dollar AS? Sejak Juli 2008 nilai Euro 2x dari 8 tahun yl (sempat melorot tapi sekarang mulai naik lagi). Inflasinya 12% setahun, cukup tinggi. China sebagai pemegang devisa USD terbesar ($2 trilyun), ketar-ketir. Melepas dollar tidak mungkin, bisa kolaps, apalagi AS pasar utama China. Cara relatif aman adalah mendiversifikasi ke emas, saham, obligasi, dst, di berbagai negara. Artinya, duit masih terus mengalir, indeks akan terus naik.

& Komentar »

  1. Berry Devanda berkata

    makasi infonya mas…
    dari dulu saya penasaran, bagaimana ya kondisi di pasar bursa di BEI.
    maklum saya bukan berasal dari latar belakang orang ekonomi…
    salam…

  2. Orang masih tidak terlalu minat masuk ke pasar forex belakangan ini ini ditunjukkan fluktuasi EUR/USD, GBP/USD, JPY/USD atau AUD/USD relatif tidak terlalu tajam dibandingkan beberapa waktu lalu saat gonjang-ganjing ekonomi US kolaps.

    Investasi di pasar komoditas lebih menarik dimata investor, di pasar spot, emas (XAU/USD) masih diatas level USD1000 per troy ounce dan terlihat pula kecenderungan harga minyak masih akan merangkak naik perlahan-lahan ke arah USD80 per barrel. Dua komoditasi ini sepertinya masih ogah untuk turun.

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan sebuah Komentar